Main image
25th August
2015
written by pandows

Whoaa, 1.5 tahun lebih dari terakhir ngupdate blog.. beruntung gw masih inget password adminnya.

Sedikit ringkasan untuk apa yang terjadi selama 20 bulan terakhir

1. gw udah kawin.

2. gw udah ganti kerjaan (lagi)

3. ukuran celana gw naik 2 nomer.

4. tapi ketampanan, kedewasaan, dan kerendah hatian gw belum berubah.

udah sih itu aja yang mau gw post.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

iya iya, oke, masa 20 bulan vakum ga ngeluarin album tulisannya cuma gitu. teruntuk fans2 ku tersayang, tulisan ini kupersembahkan untuk kalian:

.

.

.

.

ga jadi deng, udah jam setengah 2, ngantuk. daah.

9th January
2014
written by pandows

Maka datanglah Januari. Udara penuh dengan material mistis, siapapun yang menghirupnya akan menjadi gila sesaat. Tampak bimbang, penuh rencana, ingin begini tapi tak bisa begitu. Obatnya hanya satu, membuat resolusi. Rangkaian kata – kata indah bersemangat, sayangnya obat ini biasanya dibuat dengan tinta palsu, menguap di bulan berikutnya.

Gw? Banyak banget resolusi di kepala. Yang keinget jelas cuma satu, menemukan diri gw sendiri. Yeps, masih belum terlepas dari krisis perempat baya. Seperti gw belum sepenuhnya mantap sama diri gw sendiri. Keinginan gw ini dipicu dari status facebook seorang crush yang gw baca ketika jomblo dulu, intinya criteria cowo idaman buat dia adalah pria yang memiliki “grip” sama hidupnya sendiri, tau harus kemana melangkah. Degggg, I wasn’t that guy.

Hari ini, signal besar kenapa gw masih merasa seperti itu adalah ketika usia karir korporat gw menginjak angka 5, gw merasa ada yang kurang, ada yang salah sama jalur karir yang gw tempuh, kayanya gw bisa lebih berlari lebih cepat di medan lain. Tapi kata seorang ustadz pas jumatan, mungkin ini pertanda gw kurang bersyukur. Mungkin.

18th August
2011
written by pandows

beberapa draft untuk post ini saya baca ulang, dan sepenuhnya tidak ada yang menarik. saya hapus semua draft itu dan memulainya kembali dari 0.

tadinya post ini akan saya beri judul “markisa”, me-refer kepada buah kuning bulet banyak bijinya a.k.a passion fruit, karena tulisan ini murni buah dari passion saya. tapi terlalu jayus, apalagi ini untuk menghormati bulan ramadhan dimana umat muslim dilarang makan buah selama jam kantor *tambah jayus.

post ini adalah pembayaran tunai dari janji saya di post sebelumnya yang akan membahas urusan akademik dan alasan2 saya mengambil S2. ini mungkin waktu yang pas untuk menulis tentang S2 yang lagi saya tekuni sejak awal tahun 2011 ini, kenapa? karena saya baru aja ke atm mandiri untuk bayar uang semesteran! kembalikan uang THR ku! T_T

pembahasan S2 selalu lebih heboh bila kita menelaahnya melalu perspektif investasi. pertanyaannya mendasar pasti muncul “apakah ilmu yang didapat setimpal dengan uang yang dikeluarkan?” “kapan balik modal?” “apakah kalau s2 menjamin gaji dan jabatan bagus di kantor?” secara kasar aku akan menjawabnya seperti ini: balik modal gigi lo tuh, lu pikir abis dapet gelar s2 trus ilmunya bisa dijual eceran ?! .

ini naif tapi jujur. tolong pisahkan motivasi ingin kaya dengan motivasi mencari ilmu. we are talking about two mutually exclusive realms that only lecturers, scientists and its cohorts who have the luxury to successfully combine those two. tetapi, maafkan saya yang munaroh bin munafik ini, pertama kali yang ada di otak gw pun ketika memutuskan untuk mengambil s2 ini adalah peluang untuk mendapatkan ilmu managerial dan networks yang tentunya bisa saya gunakan di jenjang karir saya berikutnya.

semester 1 terlewati, semester pendek terlewati pula, dan sekarang gw berada di awal semester 2. saya coba meng-evaluasi, apa kekurangan dan kelebihan dari mengambil s2 ini. terus terang kalo mau jujur, banyakan kurangnya! saya kerja di kantor yang kurang toleran sama waktu luang pekerjanya. jadi tentunya topik pembagian waktu menjadi isu yang paling mendasar. berikutnya adalah relevansi mata kuliah dengan minat / motivasi awal. perlu saya bilang, anda tidak akan mendapat ilmu yang 100% applicable dengan masalah anda di dunia nyata. tapi s2 menawarkan senjata yang lebih mengerikan, mereka memberikan cara berfikir dan konsep yang meskipun terdengar seperti common sense, tetapi gw jamin: it’s not common at all! dengan senjata ini, bila mahasiswa dibekali dengan kemampuan otak berlebih dan attitude yang positif, saya rasa ini sudah cukup.

lalu apa yang membuat saya bertahan? udah terlanjur buang duit puluhan juta? saya marah beneran loh kalo ada yang berpendapat seperti ini. bila semuanya diukur dengan uang, saya ingin tanya, berapa harga diri anda. I ingin beli. jawabannya sangat simple, ternyata aku sangat suka mendapatkan ilmu baru. pengalaman belajar di dalam kelas, sharing pengalaman di tempat kerja, ataupun membaca studi kasus perusahaan - perusahaan besar adalah pengalaman yang memabukkan. saya sangat menyukainya. “Ooooo” ataupun “woooww” panjang yang keluar dari kekaguman saya terhadap ilmu2 baru itu bener - bener luar biasa, ecstatic dan nagih.

taruhlah kita sudah punya modal yaitu passion untuk mencari ilmu baru, lalu eventually lulus, sukur2 cum laude. so what? then what? mau diapain ini ilmu dan sederet gelar? ini menurut saya yang penting. agak bodoh bila kemudian kita puas karena jadi pinter sendiri. sebelum mengambil s2, ada baiknya kita cuti 2 hari, beneran mikirin. mau dibawa kemana sih semua pengalaman dan kemampuan yang nanti kita dapat.

tanpa bermaksud sok nasionalis ataupun menjadi filsuf modern,  kembalikanlah itu semua untuk masyarakat. yap, diawal saya udah niatin untuk nantinya memanfaatkan semua ini untuk memperbaiki carut marut negara ini. mungkin aku tak berniat menjadi presiden, tapi aku berniat membuka lapangan pekerjaan sebesar2nya, pembangunan ekonomi di daerah tertinggal, dan kemandirian pangan. bila skala negara terlalu besar, mungkin setidaknya kecamatan. bergabunglah saudara2ku setanah air, kita wujudkan mimpi ini. dan seperti judul post ini: Jangan Berhenti!

12th June
2011
written by pandows

hello.

melihat blog ini, rasanya seperti melihat diri gw sendiri yang sering banget berjanji tidak akan melakukan sesuatu yang buruk tapi 5 menit kemudian melakukan hal itu lagi. yak janji mengisi blog ini secara reguler tinggallah janji. tapi janji saya ini saya laksanakan di tempat lain, please check pandows.tumblr.com untuk representasi visual dari cerita cerita di hidup gw. mood ngeblog kembali muncul setelah menonton limitless dan bookmark ke planet csui04 ini yang ga sengaja kepencet.

seperti layaknya ilmuwan hasil didikan metode kolonialis, gw akan membuka cerita ini dengan rumusan masalah gw yaitu tentang terasa sangat sedikitnya waktu yang saya punya. indikasi utama sih sekarang gw beneran ga ngerasa lagi tuh yang namanya jumat sabtu minggu, kayanya jarak antara senin sama senin berikutnya itu deket bgt. iya sekarang role gw sebagai seorang anak cowo pertama di keluarga dan seorang penunggu tanggal 25 harus ditambah lagi dengan menjadi seorang pelajar.

magister manajemen ui gw pilih desember tahun lalu sebagai wahana gw untuk melanjutkan hasrat mencari ilmu dan memperkaya diri (makanya gw ambil konsentrasi manajemen keuangan). sayangnya, ilmu itu tambah dicari tambah ga ketemu, dan gw pun diproyeksi akan kehilangan 90an juta rupiah bila saya menamatkan kuliah s2 gw ini di desember 2012. lalu buat apa dong gw capek2 gini? ada baiknya paragraf tentang kuliah ini gw pass jadi sebuah postingan tersendiri -mumpung niatnya masih ada,langsung gw bikin abis post yang ini deh. jangji.

aktivitas signifikan lain yang ngabisin waktu ya pastinya kerjaan. menjadi IT auditor selama hampir 3 tahun sedikit banyak membawa masalah lain diluar pekerjaan yang ternyata dampaknya lebih memusingkan daripada kerjaannya itu sendiri, tapi seperti kata emak - emak muda teman baik saya alidut ”semua pekerjaan itu ada frustrasi nya masing - masing”, kalo salah dibenerin ya da. berangkat dari kata - kata ini, gw mencoba mensyukuri kerjaan yang gw punya sekarang.

di sisi yang paling negatif, pekerjaan ini seolah2 membuat gw bertanya “apa tujuan hidup lo?” SETIAP HARINYA. benarkah semua energi dan konsentrasi yang gw keluarkan ini sejalan dengan goal gw secara individu? di sisi yang sedikit lebih tidak negatif, beberapa rumor menyangkut pekerjaan ini ternyata benar! banyak yang bilang jadi auditor itu rentan sama penyakit. eh kok ya beneran hasil medcheck gw menyatakan ada gangguan sama fungsi hati, untungnya seelah diperiksa lebih lanjut cuma gara2 kecapean dan kurang minum.

untuk kompensasinya, kantor gw (yang menurut wikipedia merupakan perusahaan penyedia jasa servis professional terbesar nomor 2 di dunia) memberikan kenyamanan kenyamanan dalam berkarir dimana kesempatan promosi setiap tahun sangat mungkin terjadi, dan terus terang saya cukup jatuh cinta sama faktor2 sekunder seperti jaraknya yang sangat dekat dengan rumah, 7000perak saja pulang pergi. juga sama design interior kantor yang oke banget buat berbetah2 sampai malam.

hanya saja gw belum menemukan mana sisi yang lebih banyak itemnya, positifkah apa negatifkah? gw pun belum berani untuk berhenti bekerja lalu berdagang seperti saran kebanyakan panutan hidup gw. sembari mencari jawabannya, gw memutuskan untuk menaikkan market value gw dengan men-develop profesionalisme gw lebih dalam lagi sampai waktu yang belum saya tentukan. mohon doanya.

lalu.. the curhat begin :p

memang rasanya kurang pantas kalau tidak memenuhi tulisan gw dengan bumbu - bumbu asmara. sigmund freud pernah berteori bahwa kebutuhan sexual merupakan kekuatan / motivasi primer  setiap tindakan manusia. no, gw ga akan bicara masalah koitus disini. ini tentang bagaimana menjalin hubungan dengan lawan jenis untuk dijadikan pasangan hidup gw nantinya.

secara singkat -dan juga mengesampingkan emotion yang sebenarnya gw rasakan- hampir 7 bulan ini, gw ga punya pacar. ada kehilangan besar yang gw rasakan. terlebih ketika tau bahwa hampir 4 tahun kebelakang, dia ada di setiap pencapaian penting hidup gw. dia ada di ke dua wisuda gw, dia ikutan gugup di sidang skripsi gw, dia yang pertama gw kabarin ketika gw keterima kerja, dan dia yang pertama pengen gw traktir ketika gw naik jabatan. 4000 foto di harddisk gw, 3500nya ada dia. tetapi hubungan ini tentang prioritas. sekali lagi maafkan aku yang mengesampingkan prioritasmu ya gemb. dengan berakhirnya paragraf ini, berakhir pula harapan harapan menjemukan tentang kita. mungkin lirik di bawah ini cocok sebagai konklusi tentang kita. (diambil dari lagu Time to Pretend - MGMT)

But there is really nothing, nothing we can do.
Love must be forgotten. Life can always start up anew.
The models will have children, we’ll get a divorce,
We’ll find some more models, Everything must run its course.

wanita baru? senyumku saja yang akan menjawabnya.

ini dulu yang bisa gw ceritain sekarang, ada beberapa cerita yang lagi gw bikin jadi draft. stay tune and don’t forget to follow my twitter @pandows ya (ngomongnya sambil benerin poni, moto diri pake hp kamera bapuk dengan angle dari atas trus monyongin bibir, cup cup muah muah ceMunguDDHH ya)

5th October
2010
written by pandows

i just realized several things in regards to this blog:

“i made this blog for my existence, because everyone did it, and never intend to regularly write a post”.

“my engrish is fluckin bad, but insist to write in this language since it looks better”

“i am a very closed person in heart, my problem is not yours to read and discuss”

“i looked back to former posts, and they are crap”

“i have a very low ability to articulate my feeling into words”

“if i wrote a post, there’s 2 constant ingredients included; lot of spare time that should be used for other productive activity, and lot of thoughts that end up being forgotten”

and this last paragraph will justify all the points above. i’m in a middle of a great depression, the closest person to me for the last 3 years seems did not understand. i’m simply exhausted, being a worker, a son, and a boyfriend in the same time is a series of unfortunate events. i am not ok.

Previous